Chat with us, powered by LiveChat

Meski Zaman Sudah Canggih, Sebagian Orang Menikmati Piala Dunia 2018 Lewat Radio

Meski Zaman Sudah Canggih, Sebagian Orang Menikmati Piala Dunia 2018 Lewat Radio

Meski Zaman Sudah Canggih, Sebagian Orang Menikmati Piala Dunia 2018 Lewat Radio

Pehelatan akbar Piala Dunia 2018 yang diselenggarakan di Rusia telah menarik perhatian warga setiap negara, termasuk Indonesia. Para penggemar timnas tertentu pasti mempunyai jagoan lapangan hijaunya masing-masing. Terlebih lagi periode ini menampilkan beberapa nama bintang terkenal, sebut saja seperti Christiano Ronaldo, Lionel Messi, dan Neymar Jr. Sementara itu juga banyak lagi pemain unggulan kenamaan suatu klub yang didapuk mewakili timnas negara dalam pertandingan. Kali ini Piala Dunia Rusia diikuti oleh 32 anggota FIFA sehingga kondisi lapangan semakin ramai dan meriah.

Umumnya penonton Indonesia menanti tiap jadwal pertandingan lewat TV atau bahkan mengakses situs khusus siaran langsung maka beberapa diantaranya tidak. Bahkan ada pula penggemar fanatik yang rela menghabiskan banyak dana atau menabung sejak lama demi berangkat ke Rusia agar bisa menyaksikan para idolanya berlaga. Kabarnya seseorang paling tidak harus membawa uang sebesar 30 jutaan rupiah, masih belum pasti jika ingin membeli oleh-oleh, marchendise, ataupun menginap lebih lama di negara tersebut. Bahkan beberapa diantaranya sengaja menghabiskan waktu lebih lama untuk liburan ke Rusia dan mengunjungi beberapa tempat wisata tertentu. Pasalnya pemerintah Rusia sendiri telah memberikan berbagai keuntungan bagi supporter dan penonton Piala Dunia 2018 yang datang langsung, seperti tiket gratis pulang pergi antar kota yang menjadi tuan rumah serta kemudahan pembuatan visa. Mengingat negara Presiden Vladimir Putin ini terbilang mempunyai aturan rumit mengenai visa para wisatawan asing. Oleh sebab itulah mereka tak ingin membuang peluang emas tersebut begitu saja.

Menonton Piala Dunia 2018 Lewat Radio

Di balik pesatnya perkembangan teknologi jaman sekarang ternyata masih ada beberapa penduduk Indonesia yang menggunakan radio sebagai sarana mengikuti pertandingan Piala Dunia Rusia 2018. Dimana kebanyakan orang lebih tertarik menontonnya bersama dengan anggota keluarga, teman, sesama supporter ataupun ramai-ramai satu kampung menggunakan Televisi serta layar proyektor agar tampilannya lebih lebar. Ada berbagai macam alasan mengapa radio masih saja menjadi alat elektronik paling favorit bila dibandingkan TV maupun internet. Salah satunya karena kondisi ekonomi yang membuat mereka tak mampu menikmati siaran langsung melalui benda flat bewarna dan bersuara tersebut. Kemudian, alasan lain lagi karena lebih seru dan menarik dimana hanya ada suara-suara bergemuruh, berteriak, sorak sorai para penonton stadion saja yang terdengar. Dengan begitu mereka dapat menghayati tiap laga sepenuh hati tanpa diganggu oleh kondisi sekitarnya. Telinga harus terpasang di dekat lubang suara radio sementara pikiran akan terus berimajenasi secara liar membayangkan tiap tendangan, kaki yang berlari dan suara ketika bola sudah memasuki gawang lawan. Semuanya harus dirancang sendiri agar tak ketinggalan satupun momen penting. Sulit memang ketka tak dapat melihat serunya para pemain favorit salling beradu satu sama lain di tengah lapangan, bagaimana mereka menggiring bola, teknik yang digunakan, ekspresi wajah serta gesture mereka. Terlebih lagi Piala Dunia 2018 merupakan ajang paling menarik karena terdapat berbagai macam kejadian mengejutkan, salah satunya seperti aksi dari Neymar Jr yang melakukan diving atau drama untuk menipu lawan mainnya. Bagi mereka yang mendengarkan lewat radio tentu menjadi saat paling sulit karena hanya bisa membayangkannya saja di kepala.

Survey Penggemar Indonesia yang Mengikuti Piala Dunia 2018 Lewat Radio

Untuk mengetahui berapa besar jumlah penggemar Piala Dunia 2018 yang mengikuti pertandingan melalui radio maka beberapa peneliti melakukan survey secara langsung. Nielsen Radio Audience Measurement telah mendapatkan hasil survey sejak tahun 2016 yang menemukan jika terdapat 20 juta lebih penduduk Indonesia masih mendengarkan benda elektronik tersebut. Sementara itu terdapat setidaknya 11 kota Indonesia dijadikan sebagai sampel dimana tiap orang akan menghabiskan waktu selama 139 menit setiap harinya. Kemudian dibandingkan lagi dengan beberapa tahun sebelumnya dimana survey membuktikan pendengar Indonesia hanya menghabiskan 16 jam saja dalam satu minggu. Hal ini jelas merupakan sebuah peningkatan karena pada tahun 2016 jumlahnya semakin banyak yaitu 16 jam 18 menit tiap minggunya. Dengan begitu bisa disimpulkan jika faktor canggihnya teknologi bukanlah yang utama. Kemungkinan besar mereka memang memiliki TV ataupun perangkat modern lainnya untuk menonton Piala Dunia tetapi lebih memilih radio karena berbagai macam kelebihan dan alasan tersendiri.

Alasan Khusus Masyarakat Mendengarkan Radio

Radio sejak dahulu sampai sekarang menjadi alternatif menarik dan praktis bagi masyarakat untuk mendengarkan sesuatu, termasuk mengikuti pertandingan Piala Dunia 2018. Ada beberapa keunggulan, diantaranya seperti dapat dibawa kemanapun dan kapanpun karena bentuknya kecil. Bahkan Anda tidak perlu lagi menggunakan jenis radio lawas berukuran besar dan berbentuk persegi panjang tetapi bisa mendengarkan melalui gadget canggih lainnya seperti smartphone, laptop dan lain sebagainya. Karena sifatnya sangat fleksibel maka bisa dibawa ketika berkendara, saat tidur, bersantai, istirahat kantor atau sebagainya. Dengan begitu Anda tidak perlu lagi terkendala suatu urusan sehingga harus ketinggalan momen penting selama turnamen berlangsung. Alasan lain lagi yaitu karena radio minim resiko bila dibandingkan TV karena tidak adanya radiasi yang membahayakan bagi mata. Terlebih lagi Piaal Dunia 2018 secara langsung disiarkan pada jam-jam malam bahkan dini hari dimana waktunya orang tertidur serta beristirahat. Sebenarnya tidaklah baik menontong TV pada waktu tersebut karena beresiko merusak mata dan memicu penyakit lainnya. Sementara jika menggunakan radio maka Anda dapat mengikutinya denngan santai tanpa harus terpaku pada layar.

Berdasarkan survey juga ditemukan alasan khusus lainnya dimana mempengaruhi kondisi fisik atau keadaan seseorang. Misalnya saja seperti seseorang penderita rabun mata ataupun gangguan pengelihatan lainnya dimana mereka kesulitan menonton TV pada saat malam hari. Gambar yang ditampilkan terlihat buran dan kurang jelas sehingga membuat suasananya menjadi kurang menyenangkan. Bukannya fokus pada pertandingan tetapi malah terganggu karena tidak kunjung melihat gambar pada layar TV tersebut. Adanya radio juga menjadi obat penolong bagi masyarakat yang memang mempunyai keterbatasan fisik dimana tidak dapat melihat atau tunanetra. Tanpa ketinggalan satupun pertandingan, mereka dapat memanfaatkan radio untuk mengikuti ajang Piala Dunia bahkan sampai ke babak semifinal.

Radio merupakan salah satu sarana mengantar informasi yang sering dipakai oleh orang jaman dahulu. Meskipun kini dapat diakses melalui smartphone atau gadget lainnya tetapi orang lebih menyukai menonton langsung lewat TV karena bisa mengamati tiap gerak-gerik pemain favorit beserta lawannya. Akan tetapi bagi sebagian besar orang hal tersebut tidaklah mungkin karena keterbatasan fisik, misalnya saja mengalami gangguan mata hingga kebutaan sehingga mau tak mau memilih radio agar dapat mengikuti tiap laga. Selain itu, radio juga dianggap praktis karena dapat dibawa kemana saja tanpa bergentung pada TV yang ukurannya terlalu besar. Bahkan Anda saja dapat menikmati berbagai acara mulai dari siaran langsung Piala Dunia 2018, musik, berita dan sebagainya melalui radio.


Artikel Terkait Berita Bola

WhatsApp chat