Chat with us, powered by LiveChat

FIFA Beberkan Proses Pemilihan Negara Tuan Rumah Piala Dunia 2026

FIFA Beberkan Proses Pemilihan Negara Tuan Rumah Piala Dunia 2026

Posisi tuan rumah dalam ajang Piala Dunia selalu menjadi hal kontroversial sepanjang sejarah. Hal ini dikarenakan adanya keuntungan yang akan didapatkan tiap negara tersebut. Kecuali pad atahun 1930, dimana pertama kali World Cup diadakan di Uruguay dan dihadiri hanya 13 negara anggota FIFA saja. Pemilihan Uruguay sendiri berdasarkan keputusan FIFA secara langsung dikarenakan negara tersebut sudah menjadi juara dunia dua kali dan bertepatan dengan seratus tahun kemerdekaan. Untuk periode berikutnya, diadakan bidding atau proses pengambilan suara terhadap beberapa kandidat tuan rumah Piala Dunia yang diselenggarakan tiap empat tahun sekali. Salah satu hal unik yaitu pemilihan harus sudah selesai paling lambat 3 tahun sebelum dimulainya acara agar tuan rumah mampu mempersiapkan segala keperluannya. Misalnya saja seperti Rusia di Piala Dunia 2018, sudah terpilih sejak sembilan tahun lalu dan langsung melakukan pembangunan negara sebagai syarat FIFA. Pasalnya, pihak tersebut meminta kebijakan dan syarat tertentu bagi negara tuan rumah. Salah satunya adalah menyediakan minimal 20 stadion standar internasional dan tiap kota menjadi tempat penyelenggaraan harus dilengkapi dengan fasilitas umum dan sarana transportasi memadai.

Syarat Tuan Rumah Piala Dunia 2026

Jarang sekali media mengungkapkan soal syarat lengkap menjadi tuan rumah ajang bergengsi Piala Dunia. Kemungkinan alasannya dikarenakan pihak FIFA merahasiakan dari publik dan menjadi peraturan tersendiri. Akan tetapi beberapa waktu sebelumnya, anggota Komit Federasi Sepak Bola Internasional atau FIFA mengatakan mengenai syarat menjadi kandidat tuan rumah untuk Piala Dunia periode tahun 2026 mendatang. Meskipun masih beberapa tahun lagi tetapi segara sesuatunya sudah dipersiapkan mulai dari sekarang bahkan penentuan tempat penyelenggaraannya sekalipun.

FIFA membocorkan proses penentuan bersama dengan Presiden Giannu Infantino yaitu pada bulan Oktober. Sementara untuk keputusan final atau akhir diberikan selambat-lambatnya pada bulan Mei 2020. Terdapat banyak perimbangan untuk memperbolehkan suatu negara menjadi kandidat tuan rumah. Oleh sebab itu dilakukan berbagai macam hal seperti menetapkan persyaratan sampai tinjauan ke negara itu sendiri. Tidaklah mungkin FIFA memilih tuan rumah secara sembarangan sehingga di kemudian hari malah akan menimbulkan masalah. Paling tidak negara tersebut memang harus antusias terhadap pertandingan olahraga sepak bola dan telah memiliki pengalaman menjadi pemenang ataupun meraih prestasi besar lainnya. Bisa diambil salah satu contoh negara Rusia di Piala Dunia 2018 dimana dianggap sebagai tuan rumah paling lemah. Alasannya karena negara tersebut belum pernah sama sekali memenangkan turnamen besar dan selalu kalah di babak awal ketika mengikuti turnamen Piala Dunia. Ditambah lagi sebagian besar pemain dalam tim belum terlalu mahir dan potensial menambah keraguan bagi masyarakat dunia.

Beberapa Contoh Syarat Menjadi Tuan Rumah

Para anggota komite dalam FIFA mempunyai kebijakan tersendiri dalam proses pemilihan tuan rumah. Ada banyak sekali syarat yang harus dipenuhi oleh para kandidat jika ingin melaju sampai tahapan bidding atau pemilihan suara. Adapun beberapa diantaranya terkait masalah pembangunan dan tingkat kesejahteraan negara, hak asasi manusia, perlindungan lingkungan, pengelolaan berkelanjutan bahkan riwayat tindakan kriminal dan sebagainya. Bagi para pendaftar yang belum memenuhi kriteria tersebut tidak akan didiskualifikasi tetapi dikecualikan terlebih dahulu. Contoh dari syarat yang diajukan oleh FIFA diantaranya sebagai berikut.

  1. Menunggu Selama 12 Tahun
    Bagi negara yang sebelumnya sudah pernah menjadi tuan rumah pada Piala Dunia periode tertentu maka harus menanti selama 12 tahun agar bisa mencalonkan diri kembali. Misalkan seperti Rusia berhasil menyelenggarakan Piala Dunia 2018 di rumahnya maka negara tersebut baru bisa menjadi kandidat kedua kali sekitar tahun 2030 mendatang. Keputusan ini sudah dikeluarkan oleh Dewan FIFA dan berlaku beberapa tahun lalu.
  2. Menerapkan Penyelidikan Kriminal
    Pihak FIFA tak ingin terjadi masalah di kemudian hari jika negara tuan rumah mengalami sedang dalam kondisi tak memungkinkan. Sebagai contohnya seperti terkena skandal korupsi, suap, perselisihan dengan negara lain atau sebagainya. Oleh sebab itulah dilakukan penyelidikan kriminal dan invesitgasi menyeluruh terlebih dahulu untuk memastikan keadaan pemerintahan negara bersangkutan. Sementara penawaran sebagai kandidat tuan rumah 2026 akan dievaluasi pada Januari 2019 sampai Februari 2020.
  3. Mempunyai 20 Stadion Internasional
    Karena Piala Dunia ajang bergengsi maka tidak mungkin jika diselenggarakan di tempat seadanya saja. Sudah pasti jika berbagai macam fasilitas para peserta maupun umum disediakan sebaik mungkin oleh negara tuan rumah. Salah satunya seperti membangun setidaknya 20 stadion berskala internasional dengan fasilitas memadai di dalamnya. Belajar dari Afrika Selatan dimana telah menghabiskan empat kali lipat dari anggaran awal karena pihak FIFA dan sponsor Piala Dunia menginginkan pembangunan lebih megah stadion di tiap kota.

Tuan Rumah Piala Dunia 2026 Sudah Terpilih

Seperti yang kita ketahui jika penetapan tuan rumah sudah dilakukan sejak jauh hari, beberapa tahun sebelum pertandingan resmi dimulai. Tepatnya sebelum Piala Dunia Rusioa 2018 dimulai, FIFA mengadakan sebuah Kongres ke-68 mengenai penentuan tuan rumah tahun 2026. Acara rapat tersebut diadakan di Rusia dengan dihadiri 211 negara anggota FIFA. Adapun kandidat yang punyai kedudukan kuat yaitu gabungan Amerika Serikat, Meksiko dan Kanada melawan Maroko sebagai tuan rumah tunggal. Padahal beberapa waktu sebelumnya sempat muncul isu jika gabungan negara tersebut akan mengajukan diri sendiri. Akan tetapi pada 10 April 2017 silam, ketiganya tetap sepakat jika menjadi tuan rumah gabungan dengan julukan “The Utited 2026”.

Banyak pihak mengatakan bila Maroko bagaikan semut melawan tiga gajah besar bergading sehingga tak memungkinkan menang dalam bidding. Akan tetapi negara tersebut tak mempermasalahkannya sama sekali dan tetap melaju ke pemilihan tersebut secara bersih. Pasalnya Piala Dunia periode 2010 juga mengalami kejadian sama dimana berakhir dengan kemenangan Afrika Selatan sebagai tuan rumah. Maroko juga pernah beberapa kali mengajukan diri, diantaranya seperti pada tahun 1994, 1998, 2006, 2010 dan terakhir untuk 2026. Terdapat fakta lain mengenai proses pemilihan tuan rumah tersebut seperti lemahnya Maroko sebagai rival The United 2016, pihak AS dan Meksiko lebih unggul pengalaman, dan lain sebagainya.

Itulah informasi mengenai proses dan syarat pemilihan tuan rumah Piala Dunia 2026. Dua negara antara gabungan Amerika Serikat, Kanada dan Meksiko akan menjadi pesaing kuat Maroko. Terlebih lagi sudah empat kali sebelumnya Maroko pernah mendaftarkan diri namun belum berhasil mendapatkan kesempatan emas tersebut. Sedangkan dari pihak The United 2026 sendiri beberapa negara diantaranya pernah menggelar Piala Dunia, khususnya Amerika dan Meksiko. Namun begitu Maroko mempunyai banyak prestasi di bidang turnamen sepak bola dunia, misalnya seperti tuan rumah Piala Dunia Antarklub 2012 dan Piala Afrika 2015 silam. Siapapun yang jadi pemenang dalam pemungutan suara, tentu negara tersebut memang dipandang pantas karena prestasi serta keunggulannya masing-masing.


Artikel Terkait Berita Bola

WhatsApp chat